Site icon Suzuki Eriga Harga

Mobil Listrik vs Mobil Bensin, Mana yang lebih Hemat?

Mobil Listrik dan Mobil Bensin

Dengan meningkatnya kesadaran terhadap isu lingkungan dan efisiensi biaya, mobil listrik semakin mendapatkan perhatian di Indonesia. Namun, banyak calon pembeli yang masih ragu untuk menentukan pilihan antara mobil listrik dan mobil bensin konvensional dalam hal ekonomi. Untuk menjawab keraguan ini, kita akan melakukan perbandingan antara biaya operasional mobil listrik MG dan mobil bensin konvensional, yang mencakup biaya pengisian daya di bandingkan dengan bahan bakar, perawatan, pajak, serta manfaat jangka panjang.

1. Biaya Bahan Bakar: Listrik vs Bensin

Bahan bakar jadi alasan aspek utama dalam pilih apakah mobil listrik lebih hemat di bandingkan mobil bensin.

Biaya Pengisian Daya Mobil Listrik

Sebagai contoh, mobil listrik yang punya baterai 64 kWh dan sanggup menempuh jarak sampai 425 km dalam satu kali pengisian penuh.

Tarif listrik rumah tangga di Indonesia adalah kira-kira Rp1.444 per kWh (tarif PLN per 2024).

Biaya Bahan Bakar Mobil Bensin 

Sebagai perbandingan, mobil berbahan bakar bensin bersama dengan konsumsi rata-rata 12 km per liter punya perhitungan berikut:

Harga bensin Pertalite Rp10.000/liter (2024).

Untuk menempuh 425 km, di butuhkan 425 ÷ 12 = 35,4 liter bensin.
Biaya bahan bakar per 425 km: 35,4 liter × Rp10.000 = Rp354.000.
Biaya per km: Rp833/km.
Kesimpulan:

Mobil listrik MG 4 EV lebih hemat hampir 75% di bandingkan mobil bensin dalam konsumsi energi.
Jika pemilik mobil menempuh 15.000 km per tahun, maka penghematannya sanggup raih Rp9 juta per th. atau Rp45 juta dalam 5 tahun.

Biaya Perawatan: Mobil Listrik vs Mobil Bensin

Mobil listrik punya komponen mekanis yang lebih sedikit di bandingkan mobil bensin, agar cost perawatannya lebih rendah.

1. Biaya Perawatan Mobil Bensin Konvensional

Mobil berbahan bakar bensin memerlukan servis rutin tiap-tiap 10.000 km, yang mencakup:

Total cost perawatan mobil bensin sepanjang 5 tahun: Rp20 juta – Rp30 juta.

2. Biaya Perawatan Mobil Listrik MG

Mobil listrik tidak memerlukan penggantian oli mesin, filter bensin, atau komponen mekanis lainnya, agar lebih hemat biaya.

Total cost perawatan mobil listrik sepanjang 5 tahun: Rp8 juta – Rp12 juta.

Pajak dan Insentif Kendaraan Listrik

Pemerintah Indonesia beri tambahan insentif pajak bagi kendaraan listrik untuk mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Lebih Murah

Pajak kendaraan listrik di Jakarta cuma 10% dari pajak mobil berbahan bakar konvensional . Jika pajak tahunan mobil konvensional kira-kira Rp5 juta, maka pajak mobil listrik cuma kira-kira Rp500.000.

Bebas Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB)

Mobil baterai di bebaskan dari Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) di sebagian provinsi.
Penghematan pajak dalam 5 th. sanggup raih Rp20 juta di bandingkan mobil bensin.

Kesimpulan Perbandingan

Biaya operasional mobil listrik jauh lebih rendah di karenakan penghematan di bahan bakar, perawatan, dan pajak.
Dalam jangka panjang, mobil listrik jauh lebih ekonomis dibandingkan mobil berbahan bakar fosil.

Exit mobile version